© The Mhakk Studio

Tuesday, March 2, 2010

Orang-orang beriman itu saling menasihati, bukan berkelahi...


Dalam surah al'Asr, ALLAH berfirman:

"Demi masa! Sesungguhnya semua manusia dalam kerugian. Melainkan orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan berpesan-pesan dengan kebenaran, dan berpesan-pesan dengan kebenaran."

Asas makna al-’Asr ini ialah “memerah sesuatu sehingga menitis.” Inilah yang dinyatakan oleh Ibn Faris dalam Mu’jam Maqayis al-Lughah.

Atas dasar itulah, Allah menggunakan perkataan mu’siraat sepertimana tertulis dalam surah an-Naba’ ayat 14 yang bermaksud:

"Dan Kami menurunkan dari awan (mu’siraat) , air hujan yang mencurah-curah."

Awan ialah mu’siraat yang dikaitkan dengan perkataan al-’asr di mana awan akan ‘diperah‘ bagi menghasilkan hujan yang turun dan dapat kita nikmati dalam kehidupan seharian. Atas roh inilah juga kita memahami al-asr atau masa umur yang Allah kurniakan pada kita. Apa yang perlu kita buat? Kita perlu ‘memerah‘nya sekuat tenaga agar terhasil iman dan amal. Orang yang tidak memerah umurnya akan sentiasa berada dalam kerugian.

"Demi masa!" ALLAH tidak bersumpah melainkan dengan nama makhluk ciptaan-Nya yang Dia berkehendak memperlihatkan kehebatan-Nya mencipta makhluk tersebut. Masa adalah salah satu makhluk ALLAH yang sangat ajaib dan hebat. Hanya orang-orang yang mahu mngambil iktibar sahaja akan mengagumi kehebatan makhluk ciptaan ALLAH yang bernama "masa".

Ketahui oleh kamu semua, demi masa, semua manusia itu telah rugi, sedang rugi dan akan terus mengalami kerugian. Apabila sesuatu ayat atau surah itu ALLAH mulakan dengan perkataan sumpah, bermakna ayat atau surah itu sangat mengajak kita memberi perhatian bahawa ada sesuatu yang sangat penting untuk kita ketahui. Apa dia? Sesungguhnya semua manusia kerugian. Siapa manusia itu? Semua manusia termasuk kita kah?

Ya, semua manusia adalah dalam kerugian biar apa pun posisi dalam kehidupannya. Melainkan orang-orang yang beriman dan beramal soleh, serta berpesan-pesan, nasihat-menasihati dengan kebenaran dan kesabaran. Selain orang orang ini, semuanya kerugian.

Hanya dengan beriman, beramal soleh, saling menasihati dengan kebenaran dan kesabaran, manusia akan terkeluar dari mengalami kerugian.

Bagaimana keadaan orang-orang beriman dan beramal soleh itu?

Orang orang beriman itu adalah orang-orang yang beriman dengan ALLAH dan hari akhirat, patuh pada Rasulnya, tidak meninggalkan solat fardhu, menginfaq sebahagian harta mereka, tidak berbohong dalam percakapan, tidak memungkiri janjinya, tidak khianat pada amanah yang diberikan kepadanya, tidak mencerca sahabatnya, tidak menderhaka kedua ibu bapanya, menghormati jiran tetangganya, menghormati orang-orang yang lebih tua darinya, menyayangi orang yang lebih muda darinya, taat pada pemimpin yang bertaqwa, bersederhana dalam tindakannya, lembut percakapannya, tidak berlebih-lebihan dalam pertikaian sesama mukmin, menjauhi dosa-dosa besar, meminimumkan dosa-dosa kecil, tegur menegur sesama saudara mukminin, tolong menolong sesama manusia, yakin akan ketentuan ALLAH, dan seumpamanya.

Untuk terus keluar dari kerugian, orang-orang beriman dan beramal soleh mestilah tidak meninggalkan seruan "berpesan-pesan dengan kebenaran, dan berpesan-pesan dengan kesabaran".

Apabila berlaku perselisihan antara dua orang bersaudara, nasihatilah mereka supaya berdamai. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara dan berlemah lembut terhadap saudaranya.

Sabda RasuluLLAH S.A.W:

"Tanda munafiq itu ada tiga. Apabila berbicara ia berdusta. Apabila berjanji ia mungkiri. Apabila diberi amanah, ia khianat"

dalam hadis lain RasuluLLAH S.A.W bersabda:

"Tanda munafiq itu ada empat. Apabila berbicara ia berdusta. Apabila berjanji ia mungkiri. Apabila diberi amanah, ia khianat. Apabila bertengkar ia berlebih-lebihan (melampau)"

RasuluLLAH mengharamkan perkelahian orang-orang mukmin melebihi tiga hari tiga malam sesama saudaranya.


Hadis Abu Ayub Al-Ansari r.a:

"Sesungguhnya RasuluLLAH S.A.W bersabda: Tidak halal bagi seseorang muslim berkelahi dengan saudaranya lebih dari tiga malam, apabila keduanya bertemu saling memalingkan mukanya. Sementara itu, yang terbaik di antara keduanya adalah mereka yang mula mengucapkan salam"

Orang-orang beriman kepada ALLAH dan hari akhirat adalah sangat memuliakan jirannya.

Hadis dari Abu Hurairah r.a bahawa RasuluLLAH S.A.W bersabda :

Barangsiapa beriman kepada ALLAH dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata akan kebaikan ataupun diam, Dan barangsiapa beriman kepada ALLAH dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia memuliakan jirannya, Dan barangsiapa beriman kepada ALLAH dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetamunya “

Riwayat Bukhari dan Muslim.

Sekian untuk kali ini...

Marilah kita semua menghindari diri dari terlibat dengan gejala yang menjadikan kita rugi di sisi ALLAH.


WaLLAHU a'lam.

1 comment:

joe penang said...

Salam
Minta kerjasama tuan menyebarkan info tentang ceramah maulidur rasul pada Ahad ni di Parit Buntar/Bandar Baharu. Hubungi 019-5176476 untuk maklumat lanjut. Tk

Ũ